Deskripsi Produk

Pengontrol manajemen termal berfungsi sebagai otak dari sistem manajemen termal pada kendaraan energi baru. Dengan menerima sinyal dari berbagai sensor—seperti suhu, tekanan, dan laju aliran—pengontrol ini memantau kondisi termal komponen-komponen kendaraan. Selanjutnya, pengontrol menggunakan strategi dan algoritma kontrol yang telah ditentukan untuk secara tepat mengatur aktuator seperti kipas pendingin, pompa air, kompresor, dan pemanas PTC. Hal ini memungkinkan penyesuaian optimal terhadap komponen-komponen kritis termasuk baterai, motor, dan sistem kontrol elektronik, sekaligus menjaga suhu kabin yang sesuai. Akibatnya, kendaraan mencapai keseimbangan termal yang baik dalam berbagai kondisi operasi, sehingga menjamin keamanan operasional. Pemanas PTC, dan aktuator lainnya. Ini memungkinkan pengaturan presisi terhadap komponen-komponen kritis seperti baterai, motor listrik, dan unit kontrol elektronik, serta suhu ruang penumpang. Pengontrol ini memastikan kendaraan mempertahankan keseimbangan termal yang optimal dalam berbagai kondisi operasi, sehingga melindungi keselamatan, performa, dan jarak tempuh kendaraan.

Application Scenarios

Diterapkan dalam banyak sistem manajemen termal OEM untuk kendaraan energi baru

  • Kontrol iklim ruang penumpang
  • Manajemen termal selama pengisian daya
  • Manajemen termal baterai
  • Manajemen termal untuk motor listrik dan sistem kontrol

Dimensions

(Length × Width × Height)

17,2x13,8x31 cm

Rincian Produk

Struktur internal pengontrol manajemen termal terutama terdiri dari komponen dan modul utama berikut, yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai kontrol presisi terhadap sistem manajemen termal pada kendaraan energi baru:

1. Unit Kontrol
• Mikrokontroler (MCU): Berfungsi sebagai inti dari pengontrol manajemen termal, memproses sinyal dari berbagai sensor, menjalankan algoritma kontrol, dan mengeluarkan perintah kontrol ke aktuator.
• Memori: Digunakan untuk menyimpan program kontrol, data sensor, catatan historis, dan informasi lainnya.
• Modul Komunikasi: Memfasilitasi pertukaran data dengan unit kontrol lain, seperti Unit Kendali Kendaraan (VCU), melalui bus CAN, bus LIN, dan protokol lain untuk memungkinkan kontrol terkoordinasi.
2. Antarmuka Sensor: Menghubungkan ke berbagai sensor suhu, sensor tekanan, Sensor Kualitas Udara (AQS), dll.
3. Modul Penggerak Aktuator: Menggerakkan komponen-komponen termasuk motor blower, motor damper, kipas, katup pompa, dll.
4. Modul Manajemen Daya
5. Modul Diagnosis Kerusakan dan Perlindungan